Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
// //

Bromo Menyimpan Misteri, Akar Ghoib Peninggalan Majapahit

Banyak destinasi wisata di Jawa Timur yang terkenal hingga mancanegara. Namun, dibalik ketenaran tersebut ada menyimpan cetira mistis atau sebuah misteri yang masih sebagian orang percaya dan sebagian lagi tidak, gunung Bromo salah satunya, dibalik keindahan panoramaya sebagai gunung terindah ke tiga dari gunung terbaik di dunia, Bromo menyimpan suatu misteri hingga saat ini. Apa saja misteri yang terjadi di wisata Bromo ini?.

Bila berkunjung ke Bromo sebaiknya berhati-hati kata Darto warga sujku tengger. Sebenarnya ada apa dibalik keindahan Bromo ini?. "Tidak sedikit pengunjung yang kesasar, tersesat dan kebingungan pada saat kembali menuju arah semula untuk pulang" Kata Darto. Padahal pada saat itu tidak ada debu tebal ataupun kabut yang menyelimuti padang pasir. Hal ini menurut warga suku Tengger karena Bromo memang menyumpan banyak misteri. Dan menurut kepercayaan warga Tengger kaldera atau lautan pasir Bromo tersebut terdapat sebuak akar ghoib dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa. Apa penyebab pengunjung Bromo kesasar di lautan pasir tersebut?.
sejarah bromo, misteri bromo, sejarah bromo, bromo tour, travel bromo

Peninggalan Majapahit di Gunung Bromo

Dari kejadian yang di alami oleh para pengunjung wisata Bromo ada beberapa penyebab yang dilakukan oleh wisatawan tersebut. Tersesatnya wisatawan yaitu sebagian besar karena berbicara kotor pada saat tour berlangsung di kawasan TNBTS ( Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ). Selain itu mereka juga berbuat tidak baik seperti membuang sampah pada tempat-tempat suci atau kencing sembarangan bahkan ada yang mesum atau melakukan zinah di tempat-tempat suci. Seperti pura di tengah lautan pasir yang biasanya digunakan untuk sembahyang dan acara besar seperti hari raya nyepi, kasodo, dan persembahan lainnya. Kenapa?. Bromo ini memang memiliki keterkaitan dengan dewa brahma. Dari namanya saja sudah terlihat Bromo - Brahma seperti yang saya tulis di Sejarah Bromo beberapa waktu lalu. Jadi hingga sampai saat ini Bromo adalah peninggalan suci para Dewa yang masih menyimpan sesuatu mistis.

"Saya percaya akan adanya akar ghoib itu" Ujar Ketua PCNU Kab. Probolinggo, KH. Syaiful Hadi yang telah terjadi pembicaraan hangat tentang adanya akar ghoib di lautan pasir Bromo tersebut. "Dari mata batin saya di Bromo itu tudak hanya akar ghoib saja melainkan banyak senjata-senjata peninggalan kerajaan Majapahit yang masih tersipan disitu" Ungkap KH. Syaiful Hadi. "Tidak sembarangan orang yang bisa mengambilnya, harus menggunakan  kekuatan Ilahi karena yang menyimpannya adalah makhluk halus penunggu kawasan itu" Imbuhnya.

Tips Berwisata ke Bromo Agar Selamat Dari Maut

Dari kejadian yang menimpa wisatawan tersebut, mendapat himbauan kepada seluruh wisatawan yang akan menuju ke Bromo untuk mengerti tata cara sebelum melakukan penjelajaan atau tour ke Gunung Bromo ini. Kami akan memberikan tips untuk Anda agar nyaman serta selamat dalam melakukan wisata ke Bromo.

Niat Dan Etika
Pertama harus meniatkan diri Anda yaitu berniat untuk berlibur ke Bromo, menghilangkan penat selama kerja di Kota. Etika baik tetap ada dalam jiwa ketika sudah berada di kawasan Bromo seperti membuang sampah sembarangan, kencing di tempat suci atau pohon besar, berkata kotor dan perilaku negatif lainnya.

Perlengkapan Tour
Jangan merasa Anda kebal terhadap dingin, sebagian wisatawan gengsi memakai jaket tebal syal, sarung tangan dan sepatu di penanjakan 1 tempat dimana untuk melihat view Bromo secara keseluruhan. Akibatnya menggigil dan kedinginan hebat dan hampir pingsan di area view point sebelum menikmati sunrise.

Mematuhi Program Tour
Sebagai wisatawan yang baik, lebih baik mematuhi program tour yang telah dibuat oleh pihak travel terutama saat di lapangan atau tempat wisata. Kita harus menghargai perkataan atau saran yang di berikan oleh guide bahkan masyarakat suku Tengger.

Artikel Menarik
// //

Wisata Air Terjun Madakaripura Probolinggo

paket tour bromo madakaripura
Wisata Air Terjun Madakaripura Probolinggo Jawa Timur merupakan air terjun tertinggi di pulau Jawa yang berdomisili di Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air terjun ini masih berada pada kawasan Taman Nasional Bromo tengger Semeru (TNBTS), namun lokasi yang cukup jauh kira-kira 1 jam perjalanan dari Wisata Gunung Bromo. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Madakaripura ini mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara karena pesona alam yang begitu memukau. Keindahan Air Terjun Madakaripura ini memang menghipnotis pengunjung dari berbagai kalangan karena kealamiannya dan bentuk tebing menyerupai tabung lingkaran berdiameter sekitar 25 meter dan memiliki ketinggian tirai air 200 meter. Uniknya Air Terjun Madakaripura ini memiliki lebih dari 3 tirai air sehingga pada saat berada di lokasi seolah seperti hujan.

harga tiket masuk air terjun madakaripuraHarga Tiket Masuk Air Terjun Madakaripura sangat murah, akses menuju Air Terjun Madakaripura memang cukup menguras energi, dari pintu masuk atau parkiran mobil harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk menuju Airterjun Madakaripura dan melihat secara langsung. Semua ini telah dipandu oleh guide local yang akan mengantarkan dan akan menjelaskan tentang Air Terjun Madakaripura selama perjalanan sorftrekking Jalan setapak yang dilalui cukup menuju adrenalin yaitu berupa batu-batuan besar adakala berupa tanah yang datar dan juga air yang jernih, karena trek yang di tapaki adalah sungai kecil yang beriak dan di kelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang hijau. Hal ini dapat mengurangi rasa lelah karena mata dimanjakan oleh pemandangan hijau alami. Pengunjung tidak perlu susah payah membawa bekal yang terlalu berat karena disepanjang jalan setapak terdapat toko-toko kecil yang menjual aneka makanan. Tak lupa pula membawa payung atau jas hujan, karena pada saat di lokasi pengunjung akan terkena percikan air dari atas tebing, namun tidak usah kuatir karena di sekitar lokasi Air Terjun Madakaripura terdapat penyewa'an atau rental payung dan jas hujan. Dan lagi ada penjual plastik kresek untuk melindungi barang bawaan seperti camera, handphone dan lain-lain.

Sejarah Air Terjun Madakaripura Probolinggo

Sejarah Air Terjun MadakaripuraAir Terjun Madakaripura sangat berbau mistis, Tempat ini merupakan tempat ritual untuk Agama Hindu saat masa kejayaan kerajaan Majapahit. Asal Usul / Cerita Legenda Air Terjun Madakaripura ada kaitannya dengan kerajaan Majapahit. Dahulu kala ada seorang patih Majapahit yang bernama Gajah Mada yang terkenal dengan sumpahnya yaitu "Sumpah Palapa" pada masa pimpinan Raja Hayam Wuruk yang terkenal dengan gagah dan bisa mempersatukan Nusantara dengan beragam pulau. Gajah Mada meminta ijin kepada Raja Hayam Wuruk untuk meninggalkan gelar mahapatihnya dan mempunyai tujuan untuk bersemedi guna menikmati masa tua dan meninggalkan hal-hal duniawi yang menurutnya hanya kenikmatan sesaat. Dengan rasa hormat Raja Hayam Wuruk mengijinkan permintaan mahapatih tersebut. Mulailah mahapatih bersemedi di suatu tempat yang indah memiliki aliran sungai dan terdapat air terjunnya ya itu Madakaripura. Madakaripura sendiri merupakan nama yang berasal dari bahasa Jawa pemberian mahapatih Gajah Mada yang berarti Mada Kari Pura "Tempat Tinggal Terakhir". Masyarakat sekitar sangat tentram dan harmonis karena kebaikan mahapatih Gajah Mada membebaskan pajak untuk wilayah tersebut. Sampai sekarang jika anda berkunjung ke Wisata Air Terjun Madakaripura anda akan di temui patung mahapatih Gajah Mada yang gagah sebagai ucapan selamat datang.

Demikian artikel singkat mengenai Wisata Airterjun Madakaripura beserta Sejarah atau Cerita Rakyat Madakaripura. Semoga dapat membantu dan menambah pengalaman anda.
// //

Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Asal Usul Suku Tengger

sejarah bromo, legenda bromo, asal usul bromo, cerita gunung bromo
Sejarah Gunung Bromo dan Cerita Legenda Asal Usul Suku Tengger berbeda dengan beberapa legenda objek wisata lainnya. Gunung Bromo dahulu kala adalah gunung terbesar di Jawa, namun setelah letusan yang terbesar pada waktu itu membuat gunung ini tercipta beberapa objek-objek baru yang sangat indah. Seperti yang terlihat sekarang munculnya gunung Bathok, gunung Widodaren dan beberapa bukit lainnya akibat letusan dahsyat itu.

Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Asal Usul Suku Tengger

Mengapa gunung di Jawa Timur ini di beri nama Bromo?, Bromo berasal dari kata Brahma, yaitu nama Dewa penguasa tertinggi menurut konsep ketuhanan Agama Hindu. Sesuai dengan wujud Gunung Bromo pada masa itu yang merupakan gunung tertinggi dan masyarakat Nusantara masih pada masa kejayaan Hindu Budha terutama masyarakat di sekitar lereng gunung Bromo. Namun, kata Brahma lama kelamaan dari masa ke masa menjadi Bromo karena logat bahasa Jawa yang sangat kental.

Mengapa salah satu daerah di lereng gunung Bromo diberi nama Suku Tengger?. Dahulu kala ada seorang putri cantik jelita dan diyakini adalah titisan Dewa. Putri tersebut diberi nama Roro Anteng karena pada waktu Ibunya melahirkan Roro Anteng tidak menangis sedikitpun. Anteng berasal dari bahasa Jawa yang artinya diam, tidak berbicara dan tidak bergerak. Satu lagi seorang pria tampan, gagah dan perkasa merupakan anak dari seorang Brahmana. Pria ini dilahirkan dengan keadaan sehat dan bugar sehingga dinamai Joko Seger. Nama Suku Tengger sendiri berasal dari kata Roro Anteng dan Joko Seger, agar kedengarannya lebih bagus masyarakat sekitar mengambil akhirannya saya yaitu (teng) dan (Ger), Akhirnya wilayah itu menjadi nama Tengger. Tengger sendiri juga mempunyai makna yang tersirat yaitu Tenggring Budi Luhur yang berarti moral tinggi dan simbol perdamaian abadi. Hal ini hingga sekarang diterapkan oleh masyarakat suku Tengger untuk hidup rukun dan harmonis antar sesama.

Kali ini saya akan menceritakan Kisah Sejarah Terjadinya Gunung Bromo, bisa di sebut Cerita Dongeng Legenda Asal Usul Gunung Bromo. Suatu kisah menceritakan seorang putri cantik bernama Roro Anteng seperti yang saya tulis diatas, dilamar oleh seorang pria sakti namun berhati jahat. Roro Anteng tidak mencintai pria itu, dia lebih memilih pria yang bernama Joko Seger karena ketampanan dan kewibawaannya. Karena sifat Roro yang lemah lembut dan merasa tidak enak jika menolak lamaran pria sakti itu secara langsung, Roro memberikan sebuah syarat untuk dibuatkan lautan diatas gunung sebelum fajar datang. Jika pria sakti berhasil melakukan syaratnya maka dengan terpaksa Roro harus menerima lamarannya, jika tidak berhasil maka pria sakti yang berhati jahat tersebut gagal melamar si Roro Anteng.

Cerita Misteri Gunung Bromo Jawa Timur

Ketika pria sakti tersebut mulai mengerjakan apa yang dipinta oleh wanita yang dicintainya, si Roro mulai gelisah karena dia takut semua syarat yang dia beri terpenuhi. Saat pria sakti mengangkat pasir menggunakan tempurung kelapa, si Roro mempunyai rencana untuk menggagalkan pekerjaan pria sakti tersebut. Roro Anteng menjalankan rencana yaitu menabur biji Jagung untuk memanggil ayam di tengah malam agar ayam tersebut berkokok seolah-olah fajar datang. Tiba-tiba pria sakti tersebut kaget dan marah karena ada suara ayam berkokok pikirnya fajar telah tiba. Lalu pria sakti tersebut menendang tempurung kelapa tersebut terlempar jauh dan tengkurap sementara pasirnya juga ikut tumpah. Tempurung kelapa tersebut kini menjadi Gunung Bathok dan pasirnya menjadi lautan pasir yang berada disekelilingnya sementara gunung Bromo itu adalah sumur yang sangat dalam seolah-olah jika di lempari batu tidak kunjung jatuh.

Dengan kegagalan pria sakti tersebut Roro Anteng senangnya bukan main karena selama ini Roro telah mencintai seorang pria bernama Joko Seger, begitupun pria yang dicintainya. Akhirnya kedua insan yang saling mencintai tersebut menikah. Namun mereka belum kunjung mempunyai keturunan bertahun-tahun sampai akhirnya Roro Anteng bermimpi bertemu dengan Dewa dan berkata "Kamu akan segera mempunyai anak dan jika anak itu lahir, segera lemparkan ke Kawah Gunung Bromo sebagai tanda bersyukur kelak kamu akan di aruniai anak banyak". Setelah Roro bermimpi tak lama perutnya mengandung dan lahirlah seorang bayi, namun Roro ingat kepada mimpi tersebut dan segera melakukan apa yang dikatakan oleh Dewa di mimpinya. Tak lama kemudian Roro Anteng dan Joko Seger dikaruniai anak lagi. Sampai sekarang tradisi ini di pertahankan olah masyarakat tengger, yaitu melemparkan hasil bumi yang mereka peroleh sebagai tanda bersyukur kepada Sang Hyang Widhi. Tradisi ini disebut Kasada (Yadya Kasada) yang dilaksanakan pada tanggal 14 bulan kasada pada penanggalan Hindu.

Itulah beberapa singkat Kisah Cerita versi www.paketbromotour.com yang menyambung mulai dari Sejarah Asal Usul Nama Bromo, Legenda Suku Tengger, Kisah Terjadinya Gunug Bromo dan Upacara Ritual Tradisi Adat Suku Tengger. Semua ini kami rangkum dari beberapa cerita dari petuah-petuah yang masih hidup hingga sekarang. Semoga Cerita ini dapat menambah pengalaman pembaca dan terus mencintai adat dan budaya kita.